Laman

Senin, 22 Desember 2014

Satu lagi bukti bahwa ada kejayaan dalam setiap amal agama, tidakkah mereka berfikir...???



Rumah Tempat Mengaji Ini Selamat dari Bencana Longsor Banjarnegara

Subhanallah… Sekali lagi Allah memperlihatkan kebesaran-Nya. Di tengah dusun yang luluh lantak, rata dengan tanah, akibat terjangan longsor bukit Telaga Lele, dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, ada satu rumah dengan kebun jagungnya utuh, selamat. Rumah itu ternyata biasa digunakan untuk mengaji. Sang pemiliknya pun dikenal tetangganya sebagai orang yang murah hati.
Seperti diketahui, Jumat lalu (12/12), bencana longsor telah menyapu habis rumah penduduk yang berada di lereng bukit. Material longsor mengubur hidup-hidup dusun seluas 25 hektare, dengan 35 rumah dan 55 kepala keluarga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 88 korban dinyatakan masih tertimbun, 20 mayat telah ditemukan serta 15 orang luka-luka.


Seorang warga menunjuk rumah Juan (foto: detik.com)


Di tengah pemandangan yang menggetarkan hati itu, rumah bercat putih itu nampak masih kokoh berdiri. Menurut penelusuran wartawan detik.com, rumah tersebut milik seorang petani jagung dan sayuran, Juan (25).

Dua tetangga Juan, Yono dan Rumiyah memastikan soal ini. Juan memang dikenal sebagai orang baik yang memberi bantuan tanpa pamrih.

"Itu punya Juan, dia orangnya baik suka menolong. Suka bantu-bantu," jelas Rumiyah yang ditemui di pengungsian di Karangkobar, Senin (15/12).

Rumiyah yang rumahnya berada berseberangan dengan rumah Juan mengaku melihat rumah Juan yang utuh sebagai sebuah mukzizat.

"Itu semua keajaiban, itu semua rumah di sekitarnya kena longsor," jelasnya.

Sedang menurut Yono, sosok Juan dikenal sebagai tetangga yang baik. Rumah dia juga kerap dipakai pengajian. "Biasa di kampung dipakai pengajian, selamatan," jelas Yono.

Juan diketahui meninggal dunia dalam peristiwa ini. Dia dan anaknya Daffa (8) saat peristiwa terjadi tengah berada di luar rumah, di tempat orangtuanya. Keduanya tertimbun longsoran. Namun istrinya Khotimah selamat dalam insiden itu.
Secara terpisah, sang istri Khotimah, kepada detik.com mengatakan bahwa dia sendiri tidak tahu bila rumah dan kebun jagungnya yang justru persis berada di bawah bukit aman dari longsor. Khotimah yang sedang hamil tujuh bulan, mengaku saat kejadian benar-benar melihat dengan jelas longsor yang menimbun puluhan rumah itu.


Rumah Juan dan Khotimah, selamat dari longsor (foto: detik.com)

Peristiwa itu terjadi ketika itu dirinya tengah mengambil pakaian dari jemuran bersama keponakannya Wawan (11).

"Saya melihat ada longsor dari atas bukit turun seperti ombak. Saya langsung lari masuk rumah dan menarik wawan dan lari keluar rumah," jelas dia di Puskesmas Karangkobar kepada detik.com.

Khotimah dan Wawan selamat, walau saat lari menyelamatkan diri sempat terdorong tanah beberapa puluh meter. Kini Khotimah terbaring di pengungsian. Petani ini tak mau berkomentar banyak saat ditemui siang ini, Senin (15/12/2014). Dia berduka karena suaminya Juan dan putranya Daffa meninggal dunia. (may/voa-islam.com)


Rumah-selamat-dari-longsor-640x4.jpg

 Sumber : http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/12/15/34515/rumah-tempat-mengaji-ini-selamat-dari-bencana-longsor-banjarnegara/#sthash.H4AmBA8L.dpbs

Rabu, 03 September 2014

PRAJURIT YONMARHANLAN IV KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH DI PULAU SENTUT (PULAU TERLUAR)



 PRAJURIT YONMARHANLAN IV KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH
DI PULAU SENTUT (PULAU TERLUAR) 

Sedikitnya tercatat 19 pulau terdepan dan terluar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan dengan negara tetangga, dimana membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Adapun 19 pulau terluar tersebut, 7 pulau berada di Kabupaten Natuna, 5 pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, 4 pulau di Kota Batam, 2 pulau di Kabupaten Karimun dan 1 pulau di Kabupaten Bintan. Salah satunya Pulau Sentut, di Kabupaten Bintan. Pulau ini berada di sebelah Timur dari pulau Bintan dan sebelah Utara Pulau Mapur dengan titik koordinat 1° 2' 52” LU - 104° 49' 50” BT yang tergabung ke dalam Kecamatan Gunung Kijang Desa Mapur, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan. Pulau yang luasnya kurang lebih 2 hektar dan dan tidak berpengghuni ini, hanya berupa pasir dan memiliki potensi sebagai daerah konservasi. Saat ini, luas dan ketinggian pulau berkurang karena mengalami abrasi  (pengikisan pantai oleh gelombang dan arus laut yang bersifat merusak) dan pernah dijadikan sebagai tambang bausit sehingga dapat dimungkinkan terancam tenggelam.

 


Terkait dengan hal itu Yonmarhanlan IV bekerjasama dengan Forum Komunitas Mahasiswa Perbatasan Provinsi Kepri yang terdiri dari Masiswa dari Universitas Raja Haji Fisabililah, Fisipol dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi untuk mengadakan suatu acara sebagai bentuk pengakuan bahwa Pulau Sentut adalah milik NKRI yang syah jangan sampai tenggelam atau diambil oleh Negara asing. Untuk itu sehubungan dengan HUT RI Ke-69 momentum ini dimanfaatkan agar adanya bentuk kepedulian dari masyarakat tentang pulau-pulau terluar yang kondisinya tidak terurus. Salah satunya adalah dengan mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih di Pulau Sentut yang melibatkan 70 orang dari Forum Komunitas Mahasiswa Perbatasan Provinsi Kepri, 8 orang dari Yonamarhanlan IV, Pramuka Saka Bahari, 2 orang anggota Polsek dan 2 orang dari Posal Mapur, tokoh masyarakat setempat dan pejabat Keluruhan setempat. Pengibaran bendera merah putih dilakukan untuk memberikan motivasi pada masyarakat setempat sekaligus menangkal ancaman dari negara asing. Karena merupakan tanggung jawab kita mengadakan upacara bendera merah putih di Pulau Sentut untuk mendapat pangakuan demi tegaknya dan keutuhan NKRI. Sebelumnya pada tanggal 15/08/2014 Danyonmarhanlan IV Mayor Marinir Arief RH Anggorojati memberikan kuliah kepada Forum Komunitas Mahasiswa Perbatasan Provinsi Kepri di Kampus Umrah dengan memberikan bekal kepada adek-adek mahasiswa dalam mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang dapat berguna bagi bangsa dan Negara. Selain itu juga pada tanggal 16/082014 dilaksanakan bakti sosial di Pulau Sentut dan Pulau Mapur untuk menarik perhatian masyarakat tentang maknannya kepedulian tentang penyelamatan pulau-pulau yang hampir tenggelam. Harapan kita semua bahwa acara seperti ini dapat berjalan terus siapapun pemimpin diYonmarhanlan IV dan Pembina di Forum tersebut. Dengan harapan pemerintah daerah dapat membantu kelanjutan acara seperti ini sebagai wahana memperkuat rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air. Yonmarhanlan IV, siap mengamankan wilayah perbatasan dari ancaman Negara asing, salah satunya dengan menempatkan anggota di Pos-pos TNI AL dengan melakukan patroli rutin diwilayah perbatasan.


  Tidak hanya melaksanakan upacara di pulau terluar sebagian dari prajurit Yonmarhanlan IV mengambil bagian dalam kegiatan lomba gerak jalan yang diselenggarakan oleh Dispora Kota Tanjungpinang. Acara yang digelar di wilayah Tanjungpinang ini diikuit oleh peserta lomba dari TNI/Polri dan Pemerintah Daerah serta masyarakat yang ada di Kepri. Katagori lomba terdiri dari jarak 8Km dan 17 Km diselenggarakan pada pagi hari dan jarak 45Km diselenggarakan pada malam hari. Tujuan diselenggarakan lomba gerak jalan semata-mata bukan mencari hadiah yang disediakan, namun dapat dimaknai bagaimana para pejuang terdahulu dalam mendapatkan kemederkaan harus di lalui dengan perjuangan dengan tetesan darah, pantang menyerah sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Dengan demikian harapan kedepan bagi generasi muda yang ada diKepri dapat menjadi andalan bagi daerahnya, negara dan bangsa Indonesia.