Laman

Senin, 06 Januari 2014

Patut Dicontoh, Pemimpin Korea Utara Eksekusi Mati Pamannya Yang Korupsi



Foto Mr Chang di pengadilan, tanggannya diborgol
Foto Mr Chang di pengadilan, tanggannya diborgol
Kantor berita pemerintah Korea Utara atau Korea Central News Agency (KCNA) mengabarkan bahwa  wakil Kepala Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara, Jang Song Thaek telah dieksekusi mati.
Seperti dikutip oleh nknews.org, pengadilan militer khusus menilai Jang Song-thaek sebagai pengkhianat bangsa karena telah melawan partai, kontra-revolusioner, dan menyalahgunakan karir politiknya.

Jang yang menikah dengan bibi kandung pemimpin Korut, Kim Jong-un disebut berupaya  menggulingkan negara dan merebut kekuasaan tertinggi partai.“Partai kami tidak akan mengampuni siapa pun yang menantang kepemimpinan dan melanggar kepentingan negara dan orang-orang yang melanggar prinsip revolusi, terlepas dari posisi dan jasanya,” seru Partai Buruh Korea atau Workers’ Party of Korea (WPK), sebagaimana dikutip Xinhua.

Sementara media Korea Selatan, Yonhap menyebut bahwa Jang dikenai Pasal 60 KUHP UU Korea Utara. Eksekusi dilakukan setelah Jang dipecat dari jabatan politiknya dan juga dari Partai Buruh pada pertemuan Biro Politik Komite Pusat Partai Buruh di Pyongyang Minggu (8/12).[wid]

http://posmetrobatam.com/2013/12/patut-dicontoh-pemimpin-korea-utara-eksekusi-mati-pamannya-yang-korupsi/

Istri punya perhiasan ratusan juta, berapa gaji perwira polri?


MERDEKA.COM. Kabar mencengangkan tersiar dari istri Kasat I Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Fransetyono, Titi Yusnawati. Istri perwira menengah Polri itu memiliki perhiasan ratusan juta yang dibawanya dalam koper dalam penerbangan.

Perhiasan yang dibawanya dalam koper itu hilang ketika dimasukan ke dalam bagasi Lion Air JT 715 dari Pontianak tujuan Jakarta. Perhiasan itu hilang ketika Titi dan pesawat yang ditumpanginya sampai di Bandara Soekarno-Hatta.

"Bukan miliaran, Rp 500-an juta. Jangan dibesar-besarkanlah," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat AKBP Mukson Munandar saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (4/1).

Menurutnya, perhiasan yang hilang seperti cincin emas dan jam tangan mewah. Menanggapi hal itu, Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrachman prihatin ada istri perwira polisi memiliki perhiasan bernilai ratusan juta.

Dia menilai hal ini dapat mencoreng citra Kepolisian karena budaya bermewah-mewah. "Sungguh ironi, seorang istri pejabat Polri setingkat Kasubdit memiliki perhiasan super mewah. Saya merasa prihatin dengan fakta seperti ini. Hidup mewah nampaknya sudah menjadi budaya anggota Polri dan Bhayangkari," kata Hamidah kepada merdeka.com, Minggu (5/1).

Berdasarkan data yang diperoleh merdeka.com dari situs Setneg RI, saat kenaikan gaji TNI-Polri pada Februari 2012 lalu, seorang Kapolri yang berpangkat jenderal bintang empat memiliki gaji pokok sebesar Rp 4.717.500. Jika ditambah dengan tunjungan dan fasilitas lainnya, pendapatan seorang Kapolri rata-rata dalam satu bulan mencapai Rp 25 juta.

Sementara, untuk perwira Polri dengan pangkat Brigjen atau bintang satu, memiliki gaji pokok Rp 2.644.400 sebulan. Kemudian, gaji pokok Ajun Komisaris Polisi dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 3.803.100. Gaji pokok Inspektur Polisi Dua masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.198.400.

Artinya gaji pokok suami Titi yang notabene berpangkat AKBP tak akan lebih dari gaji AKP yang sudah 32 tahun bekerja.

http://id.berita.yahoo.com/istri-punya-perhiasan-ratusan-juta-berapa-gaji-perwira-233300202.html

Malaysia Deportasi 288 TKI Menuju Kota Tanjungpinang

Malaysia Deportasi 288 TKI Menuju Kota Tanjungpinang

Minggu, 5 Januari 2014 00:03 WIB
Malaysia Deportasi 288 TKI Menuju Kota TanjungpinangLaporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan 
 
TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG -- Sebanyak 288 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dideportasi dari Malaysia ke Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Mereka dipulangkan melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang, Sabtu (4/1/2014), sekira pukul 15.00 WIB.
 
Dari jumlah 288 TKI, sebanyak 207 orang merupakan TKI Pria dan 74 Tenaga Kerja Wanita (TKW), 4 anak laki-laki, dan 3 anak perempuan. Setelah tiba di pelabuhan,, mereka langsung disambut petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang.
 
"Ini kedatangan pertama pada tahun 2014. Jumlahnya 288 orang pria, wanita, dan anak-anak," ujar seorang petugas di pelabuhan, Sabtu (4/1/2014).
 
Usai turun dari kapal, mereka langsung diarahkan menjalani tes kesehatan di pelabuhan tersebut. Selanjutnya, panitia kembali membariskan mereka agar tertib dan bisa mengikuti proses selanjutnya.
 
"Memang prosedurnya seperti itu, setelah turun dari kapal, kesehatan mereka kita periksa kembali," ujar petugas itu lagi.
 
Ratusan TKI/TKW yang diusir ini langsung diantar menuju lokasi penampungan menggunakan mobil angkutan umum (Angkot). Untuk TKW dan anak-anak dibawa menuju shelter penampungan yang ada di Senggarang. Sedangkan untuk TKI dibawa menuju domitori yang ada di kawasan KM 7, Tanjungpinang.
 
Pantauan Tribun Batam (Tribun Network) di lapangan, ada beberapa TKW yang sedang mengandung. Satu di antaranya hamil tua dan tinggal menunggu hari melahirkan. "Sudah lewat 9 bulan, semoga saja nanti malam dia lahirnya, ini sudah di Indonesia lagi," jelas salah seorang TKW yang mengaku berasal dari Medan, Sumatera Utara ini. Ditanyakan mengenai keberadaan suaminya, ia menegaskan, saat ini suaminya berada di Indonesia. Kemarin suaminya sempat pulang untuk mengurus permit agar ia bisa kembali bekerja di Malaysia. Ia mengaku bersedih lantaran di hari-hari seperti ini, suami tercinta tidak bisa mendampinginya. "Ya mau gimana lagi, tapi dia tahu saya ke Tanjungpinang hari ini," tutupnya.
 
http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/05/malaysia-deportasi-288-tki-menuju-kota-tanjungpinang