Laman

Minggu, 29 Desember 2013

MENTERI PERTAHANAN RI TINJAU PEMBANGUNAN YONIF-10 MARINIR



Dispen Kormar (Batam). Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Purnomo Yusgiantoro meninjau pembangunan Batalyon Infanteri-10 Marinir di Pulau Setokok, Batam, Jumat (20/12/2013).
Dalam kunjungan tersebut Menhan RI yang didampingi oleh Kasal Laksamana TNI Dr.Marsetio, Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Rahmat Lubis, Karo TU Kemhan Brigjen TNI Bambang Hartawan, dan sejumlah pejabat TNI AL dan Kemhan, disambut oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington. Kunjungan tersebut untuk melihat langsung perkembangan proyek pembangunan Yonif-10 Marinir yang sampai saat ini sedang berlangsung.

 
Untuk perlu diketahui bahwa pembentukan Yonif 10 Marinir di P.Setoko, Batam ini merupakan instruksi langsung presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang menganggap bahwa kehadiran Korps Marinir Di Batam sangat diperlukan.

Hal ini mengingat Batam merupakan wilayah yang sangat strategis, yang berbatasan langsung dengan wilayah Singapore dan Malaysia, yang memiliki potensi konflik yang cukup besar. Sehingga keberadaan Korps Marinir sebagai pasukan elit TNI AL adalah suatu kebutuhan.

Salah satu hal yang membuat SBY melirik Korps Marinir agar menjadi pasukan pemukul di P. Batam khususnya dan Kepri pada umumnya adalah karna prestasi yang telah diukir oleh para petarung matra laut ini pada Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), baik yang terekspos oleh media maupun yang tidak (rahasia)


Sebelum kunjungan tersebut, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro meresmikan tiga kapal perang dalam sebuah upacara militer yang dipimpin Komandan Upacara Danyonmarhanlan IV Tanjungpinang Mayor Marinir Arief RH Anggorojati di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.
Ketiga kapal perang buatan putra-putri Indonesia yang diproduksi PT. Palindo Marine Shipyard Batam tersebut adalah Kapal Republik Indonesia (KRI) Alamang 644 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Angkatan Laut (KAL) Bireun II-1-63 dan KAL Kumai I-6-58, yang memiliki spesifikasi teknologi tinggi disiapkan untuk penambahan alusista TNI AL dalam mengamankan NKRI.

Korps Marinir memang bukan yang terbesar atau terpopuler,, tapi sejarah mencatat kami tetap yang terdepan dalam Garda pertahanan NKRI dan selalu ada bersama rakyat,, karna kami ada, dari dan untuk rakyat


http://www.marinir.mil.id/index.php/component/content/article/123-break/1977-menteri-pertahanan-ri-tinjau-pembagunan-yonif-10-marinir