Laman

Rabu, 30 Oktober 2013

Salah satu contoh kasus Marinir Gadungan,, bikin rusak citra Korps

Aksi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk merusak nama baik Korps Marinir  tidak henti-hentinya. Dilapangan sering kali kita menyaksikan oknum diluar Korps Marinir mengaku sebagai anggota baret ungu. Ini membuktikan bahwa Marinir selalu dekat di hati rakyat sehingga situasi ini sering digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan pribadi atas nama Korps yang dahulu bernama KKO AL (Korps Komando TNI AL). Marinir Indonesia dicintai kawan, disegani lawan. 


Berikut salah satu kasus yang mencuat ke permukaan, namun masih banyak yang tidak mencuat...

Kadispen AL: Kopda DK Bukan Anggota Marinir


JAKARTA, KOMPAS.com -- Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan, oknum anggota TNI yang diduga turut dalam aksi penyekapan di sebuah ruko kantor (ruko) penyedia jasa keamanan, PT Banteng Jaya Mandiri (BJM), Jalan Hayam Wuruk No 120-D, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (17/9/2013), bukanlah anggota marinir.
Kopral Dua (Kopda) DK, lanjut Untung, adalah anggota Fasharkan (Fasilitas pemeliharaan dan perbaikan) Lantamal III Jakarta. "Beliau anggota pemeliharaan dan perbaikan kapal. Orang teknik tapi anggota TNI," kata Untung seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (18/9/2013).

Saat ini, Kopda DK telah diamankan ke POM AL Lantamal III untuk diperiksa intensif terkait keberadaannya di lokasi tersebut. Saat ditanya apa peran DK, Untung belum dapat menjelaskan lebih lanjut.

"Peran dan kontribusinya belum diketahui, sampai saat ini masih diperiksa Polisi Militer," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polsek Taman Sari mengamankan delapan orang dari ruko berlantai dua tersebut. Satu di antaranya anggota TNI yang mengaku bertugas di Lantamal II Angkatan Laut. Pada saat anggota Polsek Taman Sari datang untuk menggeledah lokasi, Kopda DK sempat mengaku anggota Marinir. Namun saat ditanyakan kartu anggotanya, baru diketahui dirinya anggota Lantamal III Jakarta.

Kepada petugas Polsek Taman Sari, oknum tersebut mengaku menjalankan aktivitasnya di perusahaan jasa keamanan itu tanpa sepengetahuan atasannya.

"Komandannya tidak tahu. Dia tugas di sini tidak resmi. Dia sebagai pekerja part time," ujar Kapolsek Taman Sari Kompol Adi Vivid Bachtiar, di Jakarta, Selasa malam.
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/18/1714480/Kadispen.AL.Kopda.DK.Bukan.Anggota.Marinir